Fitur Premium P1#
Fitur P1 membantu tim mengatur kapan konten dibuat, siapa yang meninjaunya, bagaimana gaya penulisannya, serta kapan artikel lama perlu diperbarui. Semua menu P1 mengikuti capability lisensi. Downgrade menonaktifkan perilaku Premium tanpa sengaja menghapus campaign, profile, audit workflow, atau artikel.
Content Planner#
Kegunaan#
Content Planner membatasi campaign agar hanya eligible pada hari dan waktu tertentu. Batas harian campaign bekerja di bawah kuota lisensi; ia tidak menambah kuota.
Cara mengatur#
- Buka NexaPress > Campaigns.
- Edit campaign.
- Aktifkan Use this campaign schedule.
- Pilih hari Senin–Minggu.
- Isi Start time dan timezone.
- Isi Daily article limit.
- Simpan campaign.
- Buka NexaPress > Planner untuk memeriksa schedule dan Eligible now.
Campaign baru eligible setelah waktu mulai pada hari yang dipilih, masih memiliki keyword, belum melewati batas harian campaign, dan masih memiliki izin/kuota dari server.
Contoh#
Campaign memilih Senin–Jumat, 09:00, Asia/Jakarta, batas 2. Pada Selasa pukul 08:50 campaign belum eligible. Setelah 09:00 maksimal dua artikel campaign dapat berhasil dibuat hari itu, selama kuota paket tersedia.
Jika tidak berjalan#
Periksa status Active, timezone, jam server, sisa keyword, kuota, WP-Cron, dan capability Content Planner.
Approval Workflow#
Kegunaan#
Approval Workflow mencegah artikel campaign langsung terbit. Hasil generasi disimpan sebagai WordPress pending dan masuk antrean Editorial.
Cara menggunakan#
- Edit campaign.
- Aktifkan Require approval before publishing generated articles.
- Jalankan campaign.
- Buka NexaPress > Editorial.
- Klik judul untuk membaca dan mengedit artikel.
- Pilih Approve & Publish jika siap, atau Reject jika perlu dikembalikan.
Setiap transisi menyimpan state, user/actor, waktu UTC, dan note jika tersedia. Approve mengubah post menjadi publish. Reject mengeluarkan artikel dari antrean pending-review tetapi tidak menghapus artikelnya.
Praktik tim#
- Author membuat konten dan editor memeriksa fakta.
- Gunakan alasan reject yang spesifik.
- Periksa kembali gambar, referensi, link, dan disclosure.
- Jangan memakai Approve hanya untuk mengosongkan antrean.
Brand Voice Profiles#
Kegunaan#
Brand Voice adalah instruksi tambahan untuk AI. Profile tidak mengganti prompt utama atau fakta riset; profile menjaga tone, audience, istilah, larangan kata, dan arah CTA tetap konsisten.
Field#
| Field | Isi yang disarankan |
|---|---|
| Name | Nama brand/unit/audience, misalnya LeksaStudio B2B |
| Tone | Profesional, hangat, langsung, teknis, dan sebagainya |
| Audience | Peran, tingkat pengetahuan, kebutuhan pembaca |
| Preferred terminology | Istilah resmi, satu per baris atau dipisahkan koma |
| Forbidden terms | Kata yang tidak boleh digunakan |
| Call to action | Arah CTA, bukan URL atau janji berlebihan |
Cara menggunakan#
- Buka NexaPress > Brand Voices.
- Isi profile dan klik Save Brand Voice.
- Edit campaign.
- Pilih profile pada Brand Voice.
- Simpan dan jalankan artikel percobaan.
Data dikirim sebagai brand_voice. FastAPI memasukkannya ke prompt outline dan prompt writer. Campaign tanpa profile tetap memakai workflow standar.
Contoh#
Tone: Profesional, tenang, dan praktis
Audience: Pemilik UMKM yang baru belajar SEO
Preferred terminology: pertumbuhan organik, strategi konten
Forbidden terms: dijamin sukses, pasti ranking satu
CTA: Ajak pembaca melakukan audit konten
Content Refresh#
Kegunaan#
Content Refresh meminta AI menyusun ulang artikel NexaPress yang sudah publish tanpa langsung menimpanya. Sistem menyimpan preview dan source hash, sehingga editor dapat membandingkan versi saat ini dengan usulan baru terlebih dahulu.
Cara menggunakan#
- Buka NexaPress > Content Refresh.
- Temukan artikel dan klik Generate AI Refresh Preview.
- Pesan Generating refresh preview in the background berarti permintaan sudah masuk antrean. Halaman boleh ditutup atau dimuat ulang; WP-Cron tetap melanjutkan proses.
- Pantau proses di NexaPress > Logs. Baris dengan kode
content_refreshmenunjukkan status queued, processing, success, atau failed. Jika berhasil, klik View refresh preview dari log atau View Refresh Preview dari daftar Content Refresh. - Pada halaman preview, bandingkan judul, isi artikel saat ini, hasil AI, jumlah kata, selisih kata, mode AI, dan sisa kuota yang ditampilkan.
- Klik Apply Refresh & Update Published Post hanya jika perubahan sudah benar.
Tombol akan tersedia lagi setelah halaman dimuat ulang karena satu artikel boleh dibuatkan beberapa preview. Memilih Generate New AI Preview mengganti preview tersimpan dengan usulan terbaru; tindakan ini bukan menerapkan konten ke artikel.
Saat Apply:
- Plugin memastikan artikel belum berubah setelah preview.
- WordPress revision dibuat terlebih dahulu.
- Judul dan konten diperbarui.
- Waktu refresh disimpan untuk Analytics/Audit.
- Preview sementara dihapus.
- Anda diarahkan ke editor WordPress untuk pemeriksaan terakhir. Pada titik ini judul dan konten baru sudah dimasukkan ke artikel.
Jika artikel diedit setelah preview, Apply ditolak. Buat preview baru agar perubahan editor tidak tertimpa.
Kuota dan keamanan#
Refresh memakai operasi AI Content API sesuai mode dan entitlement Anda. Pada Default AI, setiap preview yang berhasil memakai satu kuota artikel; membuat preview baru untuk artikel yang sama memakai kuota baru. Permintaan yang gagal sebelum menghasilkan preview dilepas sesuai mekanisme reservasi kuota. Pada BYOK, proses memakai API key Anda dan tidak mengurangi kuota Default AI.
URL sumber harus dapat diakses oleh Content API. Produksi menggunakan host publik yang aman; environment development memerlukan origin yang diizinkan secara eksplisit. Menekan Apply tidak memakai kuota AI tambahan karena hanya menerapkan preview yang sudah tersimpan.
Content Analytics#
Kegunaan#
Analytics memberi ringkasan operasional lokal, bukan pengganti Google Analytics atau Search Console.
Metrik saat ini:
- Generated: konten yang mempunyai campaign metadata.
- Published: konten NexaPress berstatus publish.
- Awaiting approval: konten dalam state pending review.
- Refreshed: konten yang sudah pernah menerapkan Content Refresh.
Gunakan metrik ini untuk memantau workflow produksi. Traffic, impression, click, conversion, dan ranking memerlukan layanan analytics/search eksternal.